Pendahuluan
Yayasan Amin Syarbini Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah yang didirikan oleh (Alm.) KH. M. Amin Syarbini sejak tahun 1970, bervisi menciptakan generasi muslim yang berkualitas Mutafaqqih ad-din dan bertanggung jawab terhadap masa depan Islam.
Lembaga ini mengelola pendidikan yang mengintegrasikan Kurikulum Salafiyah, Kurikulum Departemen Agama dan Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini diharapkan agar mampu melahirkan kader-kader yang mampu memanfaatkan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) dalam rangka mengembangkan diri menjadi generasi yang beriman, berilmu dan beramal.
Visi dan Misi
Yayasan Amin Syarbini Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah mempunyai Visi: “Menjadikan Yayasan Amin Syarbini Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah sebagai salah satu pusat pendidikan, kajian dan pengembangan Islam yang terpadu untuk mencetak dan menghasilkan kader-kader yang berkualitas, profesional, beriman, bertaqwa serta berakhlak mulia. Serta Menyelenggarakan Pendidikan formal dari tingkat Taman Kanakkanak sampai dengan Perguruan Tinggi (TK, MI, MTs, MA, STIT, Tahfidz Plus dan Kelas Takhossus).”
Misi Pondok Pesantren
03:30 – 04:45 Qiyamullail dan Shalat Subuh berjama’ah
04:45 – 05:45 Pengajian Kutub At-Turots dan Al-Qur’an
05:45 – 06:30 Piket Kebersihan, Mandi
06:30 – 07:00 Sarapan dan Persiapan Sekolah
07:00 – 13:45 KBM di Sekolah (formal)
13:45 – 15:00 ISHOMA (Istirahat/Sholat/Makan)
15:00 – 16:45 Shalat Ashar dan Halaqah Al-Qur’an
17:00 – 17:30 Piket Kebersihan, Mandi dan Makan
17:30 – 18:00 Pembacaan Wirdul Lathif
18:00 – 18:30 Shalat Maghrib berjama’ah
18:30 – 20:30 Pengajian Kutub As-Sala yah
20:30 – 21:00 Shalat Isya’ berjama’ah
21:00 – 21:30 Mufradat/Muhadatsah
21:30 – 22:00 Belajar bersama (Muroja’ah)
22:00 – 22:30 Pembacaan Awrod sebelum tidur
22:30 – 03:30 Istirahat
Madrasah Salafiyyah
Madrasah Salafiyyah adalah Lembaga Pendidikan Non Formal dibawah naungan Pondok pesantren Jamiyyah Islamiyyah yang didirikan sejak awal didirikannya Pon-Pes Jamiyyah Islamiyyah, Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Salafiyyah dengan melestarikan tradisi Pengajian kitab kitab Kuning, karangan ulama salaf. Madrasah salafiyyah termasuk dalam kategori satu satunya dari Lembaga Pendidikan yang didalam kurikulumnya masih mempertahankan dan mengkaji kitab Alfiyyah Ibnu Malik.

Keunggulan utama dari Madrasah salafiyah adalah santri-santri nya dapat memahami ilmu Agama Islam dengan baik secara maksimal dengan didukung berbagai materi pembelajaran, seperti Tajwid, Fiqih, Ushul Fiqh, Tauhid, Akhlak, Qawaid Fiqh, Nahwu, Sharaf, Mantiq, Arudh, Balaghah, dan lain sebagainya, tidak hanya itu untuk membekali Pendidikan kemasyarakat atau sosial, santri juga dibekali dengan pendidikan pengalaman mengajar (Tarbiyyah Amaliyyah), dalam salah satu program wajib pada rangkaian Pendidikan di Madrasah Salafiyyah selama 6 Tahun.
Tahfidz Plus
Lembaga Pendidikan Program Tahfidz Plus merupakan Lembaga Pendidikan yang berada di bawah naungan pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah yang didirikan pada tahun 2015. Program Tahfidz Plus resmi membuka sistem pembelajaran untuk para santri yang menghafal Al Qur’an. Program tahfidz memiliki tujuan menghasilkan lulusan yang mampu menghafal Al Qur’an 30 Juzz bil Ghaib serta unggul dalam Tahsin al Qira’ah, pemahaman ilmu Agama dan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum tahfidz plus berbasis kitab kuning.

Adapun bidang keilmuan dalam kurikulum Tahfidz Plus diantaranya:
Tahsin Al Qira’ah | Tajwid | Tafsir Al Qur’an | Qira’ah Sab’ah | Ulum Al-Qur’an | Imla | Fiqih | Nahwu | Sharaf | Akhlak | Tauhid.
Program Takhassus Kitab Kuning
Kelas Takhassus merupakan salah satu wujud inovasi Pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyah yang berfokus pada sistem pembelajaran kitab kuning dengan menerapkan metode ikhtishar. Kelas Takhassus ini bertujuan agar santri mampu membaca dan memahami kitab kuning secara terampil dalam waktu singkat, kegiatan belajar mengajar yang terdapat di kelas takhassus bukan hannya mengedepankan sistem sorogan (praktek membaca kitab kuning secara langsung pada Asatidz), melainkan juga sistem musyawarah/diskusi yang mendukung dalam proses percepatan penerapan serta pemahaman ilmu kaidah-kaidah Bahasa arab (Qawaid Al Alughah Al Arabiyah) seperti nahwu dan Sharaf.

Adapun materi pembelajaran dalam kelas Takhassus diantaranya adalah Ilmu Nahwu (Jurumiyah, dan Nadzam ikhtishar), Ilmu Sharaf, Qawaid al I’rob dan Fiqih serta Ilmu alat lainnya.